Islam Melindungi Media dari Kemaksiatan

Islam Melindungi Media dari  Kemaksiatan

Oleh. Reni Tresnawati

Belum lama ini ada kabar, bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memblokir delapan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Private. Delapan PSE yang diblokir tersebut yaitu, Yahoo search engine/mesin carinya, Steam, Dato, Counter – strike, Epic Games, Origin.com, Xandr.com, dan Paypal.

Dirjen Aptika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan menegaskan, bahwa website -website yang terdaftar sebagai PSE bukanlah sebuah platform judi online, melainkan sebuah aplikasi setelah pemerintah membuka situs tersebut dan mendown langsung aplikasi yang dituduhkan masyarakat sebagai judi online. Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers secara virtual. Minggu, 31/7/22. CNBC.

Dalam pandangan Islam Kominfo/pemerintah wajib melindungi rakyat dari beragam kerusakan dan kerugian. Selayaknya pemblokiran dilakukan dengan alasan kuat sesuai tuntutan syara’ yang tak berfaedah, konten-konten maksiat, dll. Jangan sampai pemerintah tidak hanya memblokir untuk mendapatkan untung atau memfasilitasi pihak tertentu dan merugikan provider lain seperti yang sudah terjadi pada era saat ini. Menguntungkan ke atas, merugikan ke bawah.

Di sistem saat ini, pemerintah tidak bisa menjamin perlindungan bagi rakyatnya. Karena, penguasa sendiri berada di bawah komando pengusaha. Apabila rakyat terus berharap perlindungan dari pemerintah bagai pungguk merindukan bulan. Sampai kapan pun tidak akan kesampaian. Kecuali ganti sistem dengan Islam.

Dengan membongkar dan merombak semua tatanan pemerintahan saat ini. Mulai dari aqidahnya yang harus diperbaiki, lalu masyarakat yang harus lebih peduli kepada lingkungan, kemudian negara. Negara adalah titik pusat dari pelaturan yang diberlakukan. Setelah semuanya sudah saling mendukung, pasti akan mengubah segalanya menjadi sangat baik.

Media dilindungi negara. Isi media dipilih dan dipilah dengan selektif, tidak ada konten-konten atau tontonan yang tak berfaedah. Ada pun media dari negara lain yang sekiranya tidak mendidik dan merusak generasi, seperti judi online atau judi offline, dilarang untuk ditayangkan. Semua akan merasa terlindungi dan kesejahteraan pun dirasakan rakyat dengan sendirinya. Wallahu a’lam bishowab.

0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Umpan Balik Sebaris
Lihat semua komentar
Rekomendasi
Karya Santri Rebahan

Karya Santri Rebahan

/
Sebuah karya yang terlahir saat liburan, persembahan dari kami yang merasa bosan karena selalu mengisi ...
Melodi Senja di Desa Tua (Mbah Mun dan Cak Har (Sunan Sare) Menyulam Kenangan)

Melodi Senja di Desa Tua (Mbah Mun dan Cak Har (Sunan Sare) Menyulam Kenangan)

/
Sunan Sare dan Mbah Mun adalah dua sahabat tua yang telah menjalani hidup mereka dengan ...
Administrator WordPress

Administrator WordPress

/
buku ini adalah untuk membantu administrator situs yang dibuat oleh WordPress dalam mengelola situs. Dari ...
Berkunjung

Berkunjung

/
Ini hanya sebuah kisah sederhana. Tentang tiga puluh catatan ringkas yang berusaha menghimpun ragam perenungan ...